Kamis, 01 Maret 2012

SEPATU

Bismillahirahmanirrahiim...

Adakah yang pernah memperhatikan masalah sepatu?
Bahwa sepasang sepatu memiliki banyak keunikan dan berbagai hal menarik untuk kita renungkan.
Disini saya tidak akan membahas tentang jenis, tipe, ataupun model sepatu. Tapi kita akan membahas bagaimana sepasang sepatu dapat kita jadikan sebagai sebuah pembelajaran kehidupan.

Memang apa sih menariknya sepatu?
Pernahkah kita perhatikan dengan seksama sepatu yang kita miliki dan senantiasa kita kenakan selama ini.
Mari kita renungkan bersama.

Sepatu memiliki bentuk yang tidak sama persis, yang satu untuk kaki kiri, dan yang satu untuk kaki kanan. Meski sepatu ini untuk kiri dan kanan, tapi justru perbedaan inilah yang membuat sepatu ini serasi dan enak dipakai…., coba bayangkan seandainya sepatu ini kanan semua atau kiri semua, pasti dipakainya tidak nyaman.  
Benar…., sebagus apapun sepatu, seterkenal apapun mereknya, seberapapun mahal harganya, pasti terdiri dari dua belah sisi yang berbeda. Dan perbedaan posisi ini ternyata tidak membuat sepatu ini kehilangan fungsinya, justru dengan perbedaan ini sepatu ini bisa berjalan serasi dan beriringan.

Kemudian hal menarik lain yang kita bisa tamsilkan dari sepatu yang kita kenakan adalah bahwa saat berjalan, kedua kaki kita, kedua belah sepatu ini tidak pernah kompak…, kalau kaki kanan melangkah kedepan, maka kaki kiri berada dibelakang.., pun sebaliknya,kalau kaki kiri yang didepan, maka kaki kanan yang berada dibelakang. 
Kalau kaki kanan dan kaki kiri tidak ada yang mau mengalah dan ingin melangkah bareng-bareng, jadinya kayak vampire, loncat-loncat.
Tapi dibalik ketidak kompakan itu, kedua kaki kita, yang kiri dan yang kanan, melangkah menuju ketempat tujuan yang sama…..; kalau kaki kanan menuju masjid, maka pasti kaki kiri pun akan menuju kesana, pun kalau kaki kiri menuju ketempat maksiat misalnya, kaki kananpun pasti mengikutinya…, tidak pernah ada kejadian ketika kaki kanan melangkah kemasjid, kemudian kaki kiri berjalan sendiri menuju diskotik…., boleh berbeda langkah, tapi tujuan tetap sama.

Sekarang coba kita pikirkan lagi, pernahkah teman-teman mencoba mengganti posisi sepatu, yang kiri dipakai dikaki kanan, dan yang kanan dipakai kaki kiri….? Bagaimana jadinya?  
Teman-teman boleh saja berkata 'bisa saja.' tapi tetap saja. Pasti tidak enak dipakainya.
Ya…, posisi sepatu ini tidak pernah berganti atau ditukar, tetap diposisi masing-masing, tapi dari posisi masing-masing inilah justru sepatu saling melengkapi…, saling mengisi dan saling memberikan manfaat satu sama lain.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dari sepatu. Tinggi hak sepatu. Tingginya selalu sama, selalu sederajat.
Pernah mencoba memakai sepatu yang tingginya berbeda? gimana kira2 rasanya? Selain tidak nyaman, pasti juga susah dibuat berjalan. Jalannya jadi pincang dan bisa jatuh juga.

Dan satu lagi yang bisa kita ambil hikmah dari sepasang sepatu ini adalah bahwa ketika salah satu sepatu ini hilang atau rusak, sepatu sebelahnya tidak bisa dipasangkan dengan sepatu yang lain…., misalnya sepatu sebelah kiri kita rusak, tidak bisa kemudian kita menggantinya dengan sepatu sebelah kiri milik teman kit` misalnya, atau sepatu teman kita yang sebelah kanan hilang, dia pun tidak bisa menggantinya dengan sepatu milik kita yang sebelah kanan….., dibalik perbedaannya, kedua belah sepatu ini saling mengisi, saling menunjang dan saling beriringan.
Subhanallah, banyak sekali pelajaran dari filosofi sepasang sepatu ya...
Dan aplikasi dari fisolofi ini bisa kita terapkan dalam berbagai bidang kehidupan kita…
Misalnya dalam kehidupan rumah tangga kita, antara seorang suami dan istinya…., seorang laki-laki, seorang suami, jelas berbeda dengan seorang wanita atau istri, baik itu secara fisik, baik itu secara psikis, baik itu secara mental, baik itu secara fungsi dalam kehidupan rumah tangga….

Namun dibalik semua perbedaan antara seorang suami dan seorang istri, merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan untuk mencapai keharmonisan sebuah keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah….; keduanya harus tetap serasi terlepas dari fungsi dan tanggung jawabnya yang beda….

Seorang suami tidak bisa mengatakan paling berjasa, karena ia yang memperoleh penghasilan, ia yang bekerja keras, ia yang banting tulang, ia yang banyak keluar rumah…..
Pun seorang istri tidak boleh mengatakan ia yang paling berjasa karena sudah mengurus anak-anak, menyiapkan makan, mengurus rumah dan lain sebagainya, keduanya harus tetap serasi ditengah semua perbedaan yang ada…

Kemudian, ketika seorang suami berangkat kerja, mencari nafkah…., dirumah sang istri bertugas untuk mendo’akan keselamatan dan keberhasilan usaha suaminya, meski tidak bekerja ditempat yang sama, tetap memiliki persamaan tujuan, untuk mencari rezeki yang halal dan diridhai Allah swt….
Dan ini yang harus benar-benar kita perhitungkan secara baik…., fungsi suami adalah untuk mencari nafkah, sementara istri dirumah….., ketika harus berganti posisi, ketika istri yang pergi keluar untuk mencari nafkah dan suami yang tinggal dirumah…, atau dua-duanya bekerja diluar rumah, harus benar-benar dikalkulasi untung ruginya, harus benar-benar dievaluasi dampaknya bagi kehidupan rumah tangga dan terhadap anak-anak….

Mungkin dengan suami-istri bekerja, secara materi akan mendapatkan penghasilan yang lebih banyak, tapi harus diingat bahwa anak-anak kita bukan hanya butuh uang untuk jajan dan makan, anak-anak kita butuh perhatian, butuh kasih sayang, butuh perlindungan psikologis dari orang tua kandungnya….

Akan sangat beresiko ketika pertumbuhan anak-anak kita justru dipantau oleh pembantu atau orang lain yang jelas-jelas akan beda perhatian dan kasih sayangnya, belum lagi (mohon maaf) umumnya tingkat pendidikan dan pengalamana pembantu relative rendah, sehingga sangat riskan kalau kita mengharap anak kita kelak menjadi anak shaleh, sementara kita menyerahkan pengawasan dan pendidikan anak-anak kita pada orang yang tidak kompeten……, karena apapun alasannya, kasih sayang orang tua, perhatian orang tua, jauh lebih berharga daripada sekedar uang jajan yang banyak…..

Seperti kita menukar posisi sepatu….., sepatu kanan dipakai disebelah kiri atau sebaliknya, mungkin bisa jalan, tapi tidak nyaman….., dan mungkin justru mencelakakan. Karenanya sekali lagi kita harus pandai berhitung untung ruginya kalau istri kita juga ikut kerja…., banyak sudah korban-korban anak-anak yang secara materi mereka berkecukupan, tapi justru mereka menjadi anak broken home karena kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tuanya yang sibuk bekerja.
Meski mungkin benar ada juga anak-anak yang rusak meski dididik oleh orang tuanya, tapi itulah tuntunan agama kita, emansipasi wanita tidak berarti semua hal tentang wanita harus sama dengan laki-laki, karena Allah sendiri yang sudah membuat perbedaan peran antara wanita dan laki-laki itu seperti apa….
Kemudian, filosofi sepatu yang bisa diaplikasi dalam kehidupan rumah tangga kita adalah bahwa adanya persamaan derajat antara suami dan istri…
Suami bukanlah seorang dictator yang bisanya hanya main perintah…., istripun bukan harus menjadi seorang putrid yang selalu ingin dimanja dan dipenuhi segala keinginannya….
Suami bukanlah majikan yang bisa mempekerjakan istrinya kapan saja, istripun bukanlah ibu suri yang tidak mau ngurusin apa-apa…; kedua-duanya harus memiliki tanggung jawab sesuai dengan porsinya masing-masing, dan dengan cara seperti inilah cita-cita untuk mencapai keluarga sakinah, mawadah wa rahmah bukan lagi hanya sekedar slogan dan hiasan pada acara pernikahan……

Dan terakhir…., istri adalah partner suami, pun suami adalah bagian tak terpisah dari istri, karena ketika salah satunya tidak ada, maka putaran roda dalam keluarga akan menjadi pincang…., karenanya perlakukan pasangan kita sesuai dengan tuntunan dan contoh yang baginda Rasul contohkan……;tidak ada contoh dan teladan lain yang lebih baik daripada contoh bagaimana kehidupan rumah tangga rasul yang sakinah, mawadah wa rahmah……

Subhanallah, hanya dari sepasang sepatu yang kita pakai selama ini ternyata ada banyak sekali hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil.

Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Jumat, 10 Februari 2012

Hukum Memelihara Anjing dalam Rumah

Bismillahirahmanirrahiim...

Berikut Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Tentang memelihara anjing:


PERTANYAAN:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :
Sesungguhnya di dalam rumah, kami memiliki anjing betina yang kami peroleh. Tadinya, kami tidak mengetahui hukum memelihara anjing tanpa keperluan. Setelah kami mengetahui hukumnya, kami mengusir anjing tersebut, dan ia tidak mau pergi karena sudah sangat jinak di rumah dan saya tidak ingin membunuhnya. Apakah jalan keluarnya.?


JAWABAN:
Termasuk perkara yang tidak disangsikan padanya adalah diharamkannya bagi manusia memelihara anjing kecuali dalam beberapa perkara yang ditegaskan oleh syara’ atas bolehnya memeliharanya. Karena sesungguhnya. “Artinya : Siapa yang menjadikan anjing –kecuali anjing penjaga ternak, atau anjing pemburu, atau anjing penjaga tanaman- niscaya berkuranglah satu qirath pahalanya setiap hari” [1] Apabila berkurang pahalanya satu qirath berarti ia berdosa dengan perbuatannya tersebut, karena hilangnya pahala seperti mendapatkan dosa, keduanya menunjukkan haramnya. 

Dalam kesempatan ini, saya memberi nasehat kepada orang-orang yang tertipu dengan perbuatan orang-orang kafir berupa pemeliharaan terhadap anjing, merupakan perbuatan keji. Kenajisannya lebih berat daripada najis-najis lainnya. Sesungguhnya najis anjing tidak bisa suci kecuali dengan tujuh kali basuhan, salah satunya dengan tanah. Sampai-sampai babi yang keharamannya ditegaskan Allah سبحانه و تعالى dalam Al-Qur’an dan ia adalah rijs (najis), kenajisannya tidak sampai kepada batas ini.

Anjing adalah najis yang sangat buruk sampai kepada batas ini. Anjing adalah najis yang sangat buruk. Namun sangat disayangkan, sebagian orang tertipu dengan orang-orang kafir yang terbiasa melakukan perbuatan-perbuatan tercela, maka mereka memelihara anjing ini tanpa da keperluan, tanpa keterpaksaan. Memelihara, mendidik dan membersihkannya padahal ia tidak pernah bersih selamanya. Walaupun dibersihkan dengan air laut niscaya tidak akan pernah bersih karena najisnya bersifat ain (dzatnya). Kemudian mereka mengalami kerugian yang sangat banyak, menyia-nyiakan harta dengan pemeliharaan tersebut dan (Nabi صلی الله عليه وسلم telah melarang menyia-nyiakan harta) [2]. 

Saya menyarankan kepada mereka agar bertaubat kepada Allah سبحانه و تعالى dan mengeluarkan anjing dari rumah mereka. Adapun orang yang membutuhkannya untuk berburu, atau bertani atau memelihara ternak, sesungguhnya hal tersebut tidak apa-apa karena adanya izin dari Nabi صلی الله عليه وسلم dengan hal tersebut.
Tinggal jawaban terhadap pertanyaan saudara ini, kami katakan kepadanya. Apabila anda telah mengeluarkan anjing ini dari rumah dan mengusirnya, lalu ia datang lagi, maka anda tidak bertanggung jawab terhadapnya. Jangan anda biarkan ia tetap berada di sisi anda, jangan diberi tempat. Apabila anda terus memperlakukannya seperti ini di belakang pintu, kemungkinan ia akan pergi dan meninggalkan kota dan makan dari rizki dari Allah سبحانه و تعالى sebagaimana anjing-anjing lainnya. 

[Fatawa Syaikh Ibn Utsaimin, jilid II] [Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]
Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Rabu, 08 Februari 2012

HAKIM BIJAK

Bismillahirahmanirrahiim...


Kasus tahun 2011 lalu di Kab. Prabumulih, Lampung (kisah nyata),……

diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,…. namun manajer PT Andalas kertas (Bakrie grup) tetap pada tuntutannya, agar menjd contoh bg warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, ‘maafkan saya’, ktnya sambil memandang nenek itu,. ’saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jd anda hrs dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda hrs msk penjara 2,5 tahun, spt tuntutan jaksa PU’.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin.

‘Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorg kelaparan sampai hrs mencuri utk memberi mkn cucunya, sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa.”

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT Andalas kertas yg tersipu malu krn telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh hakim berhati mulia :)

http://rulliawann.blogspot.com/2012/02/hakim-hebat.html
atau
http://hukum.kompasiana.com/2012/02/07/nenek-curi-singkong-dan-hakim-hebat/


Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Jumat, 20 Januari 2012

Everything is very simple

Bismillahirahmanirrahiim...
Ternyata hidup bijak itu sederhana...
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil*sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.


Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab: "Mengapa?"Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.


Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.". Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.


Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.


Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja

Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Source : artikel-motivasi.blogspot.com

Selasa, 17 Januari 2012

Temukan Cintamu

Bismillahirahmanirrahiim...

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja disana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan pekerjaan pun jadi menggembirakan.
Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini akan mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.
Bila toh anda tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan pula.
Namun bila anda tak menemukan kesenangan disana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.

Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada disitu? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah disana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Senin, 16 Januari 2012

Tata Cara Mandi Janabat

Bismillahirahmanirrahiim...

Tata Cara Mandi Janabah secara jelas di terangkan di dalam Hadits Bukhari – Muslim (Shahih) di bawah ini:

“Dari Aisyah ra.menerangkan:
“Bahwasanya Nabi apabila mandi janabah selalu memulai dengan membasuh kedua tangannya.
Kemudian menuangkan air dengan tangannya atas tangan kirinya dan lalu membasuh kemaluannya.
Sesudah itu beliau mengambil air dan beliau berwudlu sebagaimana wudlu untuk sholat.
Sesudah itu beliau ambil air dan memasukkan anak-anak jari-jarinya ke dalam pangkal rambutnya.
Setelah beliau merasa bersih, beliau pun mencidukkan air dengan kedua tangannya lalu menyiramkannya ke atas kepalanya tiga kali siraman.
Sesudah itu, barulah beliau membasuh seluruh tubuhnya.
Di akhir sekali beliau membasuh kakinya” ( HR. Bukhari dan Muslim)


Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Kamis, 17 November 2011

Jadilah Seperti Air

Bismillahirahmanirrahiim...


Air adalah salah satu kebutuhan vital hidup kita.Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari AIR yang paling mendasar adalah sifatnya yang selalu mencari tempat yang rendah. Hal ini merupakan suatu isyarat bagi kita, bahwa dalam hidup ini manusia seharusnya tidak berpatah arang dalam berusaha menggapai cita-citanya. "Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan", begitu pepatah mengatakan.

Kita mendapati, betapa istiqomahnya air dalam menempuh perjalanan untuk mencapai tempat yang rendah. Dari tempat yang tinggi, air meluncur membelah bumi hingga menjadi aliran yang kita sebut sungai. Disitu air mengalir bebas menuju tempat rendah mana saja yang ia sukai. Tidak jarang air itu secara beramai-ramai mengalir, menghantam, atau menghanyutkan apa saja yang mengganggu perjalannya. Dengan tekadnya, dia terus berusaha menuju tempat yang rendah.

Kalau ia menemui onggokan tanah yang kuat atau apa saja yang menghalangi perjalanannya, maka ia akan membuat manuver dengan membuat kelokan dan mencari jalan alternatif, atau berpisah dengan kawan-kawannya melingkari penghalang itu, yang akhirnya terjadi dua aliran. Sepintas aliran itu terlihat saling bercerai, tapi kalau kita jeli, itu merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuannya.

Bila rintangan itu bendungan kokoh maka ia akan membuat kumpulan yang nantinya sebagian diantara mereka tidak dapat terbendung lagi, dengan begitu ia dapat meneruskan perjalanannya. Dan andaipun kumpulannya kurang, ia akan mencari jalan lain yaitu menguap. Ia akan berkumpul bersama diangkasa dalam gumpalan awan, dan apabila telah mencapai titik kulminasinya, ia akan membentuk titik-titik hujan. Semakin tebal awan itu, semakin lebat pula hujan yang turun. Dengan begitu ia akan mencapai tempat tujuannya, yaitu tempat yang rendah.

Betapa besarnya pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa perjalanan air itu, yakni kosistensinya, dan tak mengenal putus asa dalam mencapai tujuannya. Dan sifat itu pula yang semestinya senantiasa menjiwai diri kita.

Imam Syafi'i dalam salah satu syairnya, menjadikan dinamika sifat air ini sebagai suatu bukti bahwa dalam bergerak dan beraktifitas akan ada kebaikan, dalam diam dan tanpa karya akan banyak kerugian dan kerusakan.


Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Minggu, 24 Juli 2011

Kesakitan dan penderitaan

Bismillahirahmanirrahiim...

Kesakitan dan penderitaan tidak selalu bermakna negatif. Adakalanya dan lebih sering terjadi kesakitan dan penderitaan itu ada untuk memelihara kelangsungan hidup kita. Lapar dan haus adalah penderitaan. Tapi dengan lapar dan haus itulah kita berusaha memenuhi kebutuhan tubuh kita terhadap makanan dan minuman, yang dengannya keberadaan kita terpelihara. Luka dan nyeri itu adalah kesakitan. Namun dengan luka dan nyeri yang kita rasakan itulah kita menjaga tubuh kita. Bayangkan, jika tak ada rasa nyeri, mungkin kita akan musnah karena ketika sesuatu membakar atau melukai dan merusak tubuh kita, kita tak bereaksi untuk menjaga tubuh kita karena ketidak sadaran kita. Maka, kesakitan dan penderitaan itu ada lebih sering untuk memelihara kita. Lebih dari itu, ia ada untuk menempa kita menjadi sesuatu yang lebih baik, kuat mental dan tahan banting.

Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Kamis, 26 Mei 2011

explanation about love relationship of non-blood relatives

Bismillahirahmanirrahiim...

Sakinah terambil dari akar kata sakana yang berarti diam/tenangnya sesuatu setelah bergejolak. Itulah sebabnya mengapa pisau dinamai sikkin karena ia adalah alat yang menjadikan binatang yang disembelih tenang, tidak bergerak, setelah tadinya ia meronta. Sakinah--karena perkawinan--adalah ketenangan yang dinamis dan aktif, tidak seperti kematian binatang.

Mawaddah, tersusun dari huruf-huruf m-w-d-d-, yang maknanya berkisar pada kelapangan dan kekosongan. Mawaddah adalah kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Dia adalah cinta plus. Bukankah yang mencintai, sesekali hatinya kesal sehingga cintanya pudar, bahkan putus. Tetapi yang bersemai dalam hati mawaddah, tidak lagi akan memutuskan hubungan, seperti yang bisa terjadi pada orang yang bercinta. Ini disebabkan hatinya begitu lapang dan kosong dari keburukan sehingga pintu-pintunya pun telah tertutup sehingga tidak dapat dihinggapi keburukan lahir dan batin (yang mungkin datang dari pasangannya).

Rahmah adalah kondisi psikologis yang muncul di dalam hati akibat menyaksikan ketidakberdayaan sehingga mendorong yang bersangkutan untuk memberdayakannya. Karena itu dalam kehidupan keluarga, masing-masing suami dan istri akan bersungguh-sungguh mendatangkan kebaikan bagi pasangannya serta menolak yang mengganggu dan mengeruhkannya.
Al-Qur'an menggarisbawahi hal ini dalam rangka jalinan perkawinan karena betapapun hebatnya seseorang, ia pasti memiliki kelemahan, dan betapapun lemahnya seseorang, pasti ada juga unsur kekuatannya. Suami dan istri tidak luput dari keadaan demikian, sehingga suami dan istri harus berusaha untuk saling melengkapi.
"Istri-istri kamu (para suami) adalah pakaian untuk kamu, dan kamu adalah pakaian untuk mereka."  [2:187]
Ayat ini tidak hanya mengisyaratkan bahwa suami istri saling membutuhkan sebagaimana kebutuhan manusia pada pakaian, tetapi juga berarti bahwa suami istri--yang masing-masing menurut kodratnya memiliki kekurangan--harus dapat berfungsi 'menutup kekurangan pasangannya', sebagaimana pakaian menurut aurat pemakainya.

Pernikahan adalah amanah. Amanah adalah sesuatu yang diserahkan kepada pihak lain disertai dengan rasa aman dari pemberinya karena kepercayaan bahwa apa yang diamanatkan itu, akan dipelihara dengan baik, serta keberadaannya aman di tangan yang diberi amanat itu.
Tidak mungkin orangtua dan keluarga masing-masing akan merestui perkawinan tanpa adanya rasa percaya dan aman itu. Suami--demikian juga istri--tidak akan menjalin hubungan tanpa merasa aman dan percaya kepada pasangannya.

Kesediaan seorang istri untuk hidup bersama dengan seorang lelaki, (adalah) meninggalkan orangtua dan keluarga yang membesarkannya, dan 'mengganti' semua itu dengan penuh kerelaan untuk hidup bersama lelaki 'asing' yang menjadi suaminya, serta bersedia membuka rahasianya yang paling dalam. Semua itu merupakan hal yang sungguh mustahil, kecuali jika ia merasa yakin bahwa kebahagiaannya bersama suami akan lebih besar dibandingkan dengan kebahagiaannya dengan ibu bapak, dam pembelaan suami terhadapnya tidak kurang dari pembelaan saudara-saudara sekandungnya. Keyakinan inilah yang dituangkan istri kepada suaminya dan itulah yang dinamai al-Qur'an sebagai mitsaqan ghalizha (perjanjian yang amat kokoh) [4:21].

Cinta kasih, mawaddah, dan rahmah yang dianugerahkan Allah kepada sepasang suami istri adalah untuk satu tugas yang berat tetapi mulia. Malaikat pun berkeinginan untuk melaksanakannya, tetapi kehormatan itu diserahkan Allah kepada manusia.

Disarikan dari Wawasan al-Qur'an oleh M. Quraish Shihab.
 dan ditulis kembali dari note salah seorang akhwat

Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Senin, 21 Februari 2011

Pesankan saya tempat di neraka

Bismillahirahmanirrahiim...

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!”

Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam.

Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

“Bangunkan saja!” kata seorang penumpang.
“Iya, bangunkan saja!” teriak yang lainnya.
Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!

Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…

Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…
mumpung kesempatan itu masih ada!
Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a’lam.

Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Jumat, 04 Februari 2011

Jadilah seperti pensil, bukan bolpoint...

Bismillahirahmanirrahiim...

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.
Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab,

Selasa, 01 Februari 2011

Bismillahirahmanirrahiim...


Mengapa Pernikahan Menjadi Tertunda?

Pernikahan memang sebaiknya disegerakan, tapi kalau melihat kondisi-kondisi kini tampaknya untuk menuju ke sana seorang anak muda harus melewati banyak rintangan. Ada dua rintangan besar yang menjadi faktor terhambatnya pernikahan.

Pertama: Kemiskinan

Pernikahan memerlukan fasilitas rumah, biaya resepsi, dan hal-hal yang diperlukan, juga modal untuk kehidupan selanjutnya. Sementara sebagian besar anak-anak muda di awal kehidupannya tidak memiliki persiapan-persiapan yang khusus dan orangtuanya juga belum tentu memiliki tabungan untuk membiayai pernikahan anaknya. Jadi cara yang mereka tempuh adalah menundanya sampai segala keperluan tersebut tersedia.

Jumat, 28 Januari 2011

Yakinlah...


Bismillahirahmanirrahiim...

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 2-3)

Sejatinya, hidup ini adalah sebuah perjalanan dari satu ujian menuju ujian berikutnya. Entah itu berupa ujian kesulitan maupun ujian kenikmatan. Setiap kita yang mengaku beriman tidak akan dibiarkan begitu saja, masing-masing diri kita akan diuji sesuai kadarnya masing-masing, bahkan Allah akan menguji di titik terlemah kita. Ujian itulah yang akan membuktikan keimanan kita, apakah kita benar-benar beriman atau hanya mengaku beriman padahal ternyata keimanan kita hanyalah dusta.

Kita bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa. Pada dasarnya kita hanyalah manusia biasa yang tidak berkuasa sedikitpun atas kejadian yang menimpa diri kita. Hanya Allah yang berkuasa atas segalanya maka Yakinlah! Yakinlah padaNYA!. Ketika keyakinan itu tumbuh dalam hatimu, insya Allah hidup kita pun akan tenang. Kita takkan pernah takut seberat apapun ujian kesulitan hidup karena kita YAKIN bahwa Allah yang memberikan ujian kesulitan itu.. Allah pula yang akan menunjukkan jalan keluarnya. Kita tidak akan pernah sombong sebesar apapun ujian kenikmatan karena kita YAKIN bahwa kenikmatan yang kita dapatkan itu semata-mata hanya dari Allah.

Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Selasa, 25 Januari 2011

Negosiator Ulung

Bismillahirahmanirrahiim...

“Aku tidak mau menjual sumur ini!” Roumah si yahudi pemilik sumur itu bersikukuh enggan menjual sumurnya. Utsman bin ‘Affan menarik nafas. Ia tahu bahwa hanya itulah satu-satunya sumur yang berair di Madinah pada saat kekeringan seperti ini. Roumah memang biadab. Ia menjual mahal sumurnya kepada setiap orang muslim. Bahkan kalau mau, dia bisa menolak seorang muslim membeli air darinya. Maka kaum muslimin yang tidak memiliki cukup uang bisa kehausan tanpa air yang cukup.

“Baiklah,” kata Utsman, “Kalau begitu aku beli setengahnya saja, yang setengah lagi tetap milikmu!”
“Berapa kau sanggup membeli setengah sumur ini?” Dengan angkuh Roumah menantang Utsman.

“Seratus ribu dinar!” Utsman menyebutkan sebuah harga tanpa ragu, bukan jumlah yang sedikit.
“Baiklah, aku jual!” Roumah akur, namun sifat tamaknya membuatnya menjilat ludah kembali.

Jumat, 21 Januari 2011

Renungkan

Bismillahirahmanirrahiim...

Hari ini
  • Sebelum kita mengatakan kata-kata tidak baik,pikirkanlah tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.
  • Sebelum kita mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang orang yang meminta-minta di jalanan.
  • Sebelum kita mengeluh tentang istri atau suami kita, pikirkan tentang seseorang yang memohon pada Tuhan untuk diberikan teman hidup.
  • Sebelum kita mengeluh tentang prilaku anak kita, pikirkan tentang pasangan yang menunggu seorang anak selama 10 tahun.
  • Sebelum kita mengeluh dengan pekerjaan kita, pikirkan tentang mereka yang selalu membawa izasah dan tidak mendapatkan pekerjaan.
dan Hari ini
  • Sebelum kita mengeluh tentang hidup,pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Minggu, 16 Januari 2011

Daun Kecil

Bismillahirahmanirrahiim...

Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi dunia yang luas ini?
Jangankan dunia, menutupi telapak tangan saja sulit.
Namun bila daun kecil ini menempel di matamu maka tertutuplah dunia!
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk maka kamu akan melihat keburukan dimana2.
Dunia yang besar ini pun akan tampak buruk.
Jangan menutupi matamu walaupun hanya dengan daun yang kecil.
Jangan menutupi hatimu walaupun hanya dengan sebuah pikiran yg negatif!
Bila hatimu tertutup, maka tertutuplah dunia..
Karna itu bukalah mata hatimu.. Dan kau akan melihat dunia yg indah….?

Alhamdulillahi Rabbil Alamiin,,,

Senin, 27 Desember 2010

kisah pemuda beribu-bapakan babi

Bismillahirahmanirrahiim...

"Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku
bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang
sebenar, tetapi Allah masih belum memakbulkan lagi.", tambah pemuda itu
lagi.

Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. 'Wahai
Musa, inilah orang yang akan berjiran dengan kamu di Syurga nanti, hasil
baktinya yang sangat tinggi kepada kedua ibubapanya. Ibubapanya yang
sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan
maqamnya sebagai anak soleh disisi Kami."

Kamis, 23 Desember 2010

cukup satu kata.. "WANITA"

Bismillahirahmanirrahiim...

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
"Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?"
Tuhan menjawab,
"Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?" Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".

Malaikat menjawab dan takjub,
"Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".

Rabu, 22 Desember 2010

kenangan

Bismillahirahmanirrahiim...

Sejenak mari kita berjalan mundur, kembali ke 6 tahun yang lalu. Dari tahun 2004 sampai saat ini, berapa banyak kah peristiwa yang dapat tersimpan dan berkesan bagi Anda. Berapa banyak kenangan yang tersimpan di album hati Anda?

Ok, kita tutup lembaran lama itu. Tidak baik berlama-lama dimasa lalu. Karena waktu geraknya selalu maju.

Sepuluh tahun dari sekarang. Apa yang akan anda ingat tentang HARI INI…? Apakah

Jumat, 17 Desember 2010

bersamamu aku berakar, tumbuh, dan mekar

Bismillahirahmanirrahiim...

"Tiadakah engkau perhatikan bagaimana Allah telah membuat suatu perumpamaan. Kalimat yang baik adalah umpama pohon yang baik. Akarnya teguh dan cabangnya sampai ke langit. Ia memberikan buahnya di tiap musim dengan izin Rabbnya..."(QS.Ibrahim 24-25)

Bangunan iman kita seperti pohon ini. Ada 'aqidah yang menghujam teguh, terpatri dalam benak. Ia tersembunyi. Tetapi eksis. Keyakinan yang teguh pada Allah, mengakar ke sumber kehidupannya. Ada ibadah yang pengaruhnya dinikmati banyak orang. Shalat yang mencegah keji dan munkar. Puasa yang mengajarkan empati pada sesama. Zakat yang mengajak semua untuk berbagi. Dan haji, yang membuat kita semua sinergi, merasa kecil di hadapan Allah Yang Maha Besar. Dahan-dahan ibadah ini sampai ke langit, menjulang menyadarkan.

Nah, sekarang buah itu.